De
Caussade mengerti bahwa kesetiaan kita pada “tugas pada saat ini” adalah jalan
setapak kepada kekudusan. Jika buat kita tugas pada saat ini adalah untuk
memperbaiki daun pintu atau mengumpulkan/memangkas daun, maka kegiatan berdoa
atau meditasi sebagai ganti pada saat yang sama akan “merusak dan tidak berguna”.
Tidak ada momen yang tidak penting, de Caussade mengamati, karena sejak mulanya
setiap momen mengandung sebuah Kerajaan ilahi, dan topangan surgawi.
Pekerjaan/tugas
pada saat ini sebagai tempat di mana saya menemukan Tuhan tidaklah selalu
menyenangkan. Mungkin Anda juga mengalami kesulitan di saat seperti ini.
Seringkali saya ingin “melompat” saja dari saat ini, dari tugas ini, langsung
menuju ke masa depan, sesuatu masa yang lebih menantang, lebih merangsang,
lebih mendatangkan pahala. Saat seperti itulah, saya berpikir, saat di mana
Tuhan akan memberkati saya, bukan di sini, bukan dengan melakukan
tugas/perkerjaan ini.
Sebuah
kebenaran yang sederhana, tentu saja, adalah bahwa Tuhan hanya dapat memberkati
saya di mana saat ini saya berada, karena saya hanya berada di sini. Saya ambil
tugas menulis ini sebagai contoh: ada banyak tugas yang saya rasakan lebih
penting, lebih mendesak, lebih membawa hormat pada Tuhan dari pada hanya
sekedar menulis. Tetapi justru dengan menyelesaikan tugas ini saya akan
menemukan Tuhan; buat saya pekerjaan kecil ini adalah “sacrament of the present moment.”
Sebagaimana
saya sudah menyebutkan pada awal tadi, penekanan bahwa hal-hal yang umum dalam
hidup ini memiliki nilai-nilai kerohanian yang signifikan adalah sebuah tema
yang menggema kembali melalui seluruh waktu-waktu doa kita dan saat-saat
merenungkan Firman Tuhan. Waktu-waktu seperti ini mengambil hari-hari hidup
kita dan jam-jam hidup kita dan memberi arti bahwa kegiatan harian kita adalah
kegiatan yang kudus, sebuah bentuk penyembahan dan pujian buat Tuhan kita. Cara
inilah yang membuat hidup di dunia modern (yang serba cepat dan menuntut
seluruh kekuatan dan hidup kita) bisa
kita tanggung, bahkan lebih lagi, kita malah bisa bersukacita di dalamnya.
-Anonim-
No comments:
Post a Comment